Total Pageviews

Wednesday, August 18, 2010

Bahaya Laten Gas Elpiji


Menjelang lebaran kebutuhan akan bahan bakar semakin meningkat, masyarakat menjadi ketergantungan akan BBM. Sementara masyarakat semakin dibingungkan akan eksistensi BBM yang aman dan harganya terjangkau. Setelah pemerintah mencanangkan konversi minyak tanah ke gas, masyarakat menengah ke bawah makin diberatkan saja. minyak tanah lebih mahal dari pada bensin, pertamax, dll. Saat ini gas elpiji 3 kg yang katanya lebih hemat dan praktis justru menjadi barang yang sangat menyeramkan. Bagaimana tidak, akhir-akhir ini sudah begitu banyak masyarakat yang menjadi korban akibat gas elpiji 3 kg yang meledak dan menimbulkan bencana kebakaran dan tidak sedikit nyawa tercabut sia-sia. Sungguh malang rakyat kecil ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula. Inilah gambaran negri kita yang diusianya yang ke-65 tahun masih saja masyarakatnya belum merdeka 100 %. Negeri yang katanya kekayaan alamnya melimpah tapi rakyatnya banyak yang jelata. Sungguh ironis. Pemerintah dalam hal ini Pertamina seakan-akan menutup mata tentang bahaya laten dari gas elpiji 3 kg ini. Di lapangan banyak sekali tabung gas yang sudah tidak layak pakai dan mengalami kebocoran. Pertamina hendaknya mengevaluasi tentang produk yang sudah didistribusikan ke masyarakat. Hendaknya ada uji kelayakan produk sebelum produk itu diluncurkan ke publik. Kalau seperti ini siapa yang bertanggung jawab? Pemerintah, Pertamina atau masyarakat selaku konsumen? Saya berpendapat akibat dari meledaknya tabung gas elpiji 3 kg ada beberapa faktor seperti, kondisi tabung gas yang sudah tidak layak/rusak, selang regulator gas mengalami kebocoran, dan berikutnya ketidaktahuan konsumen dalam pengggunaan gas elpiji serta perlunya penyuluhan dari pihak pertamina secara simultan kepada konsumennya. Masyarakat merasa penggunaan tabung gas elpiji menjadi tidak efektif dan beresiko dibanding ketika mereka masih memakai minyak tanah. Hendaknya pemerintah juga turut terjun ke lapangan meninjau langsung keberadaan agen-agen gas elpiji dan mengecek kelayakan produknya sebelum tersebar luas ke masyarakat, dan harus menarik tabung-tabung gas yang bermasalah dari masyarakat. Semoga Pertamina mampu memberikan solusi atas permasalahan tabung gas elpiji 3 kg yang meledak, tulisan ini hanya sebagai rasa keprihatinan saya atas musibah yang akhir-akhir ini menimpa saudara-saudara kita yang menggunakan tabung gas elpiji tersebut semoga ke depan tidak ada lagi kita lihat dan dengar berita tentang meledaknya tabung gas elpiji ini, dan kepada semua pihak mari kita bersama-sama mencari solusinya. Merdeka...!

No comments: